15 Sep 2010

Cerita Inspirasi NOn Pribadi

Author: eka.nurnafih10 | Filed under: Academic

Cerita tentang 2 Sahabat

Cerita inspirasi ini saya ambil dari cerita teman saya

Setiap manusia pasti mempunyai sifat keingintahuan. Namun jika sifat itu tidak ditempatkan pada tempatnya, maka akan menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan oranglain. Seperti halnya cerita dibawah ini.

Dulu ada 2 orang sahabat yang bernama Vina dan Tari ( bukan nama sebenarnya ). Mereka bersahabat sangat akrab. Namun karena Vina akhir – akhir ini berteman dengan orang yang salah yaitu Nara, Vina jadi terbawa ke pergaulan bebas. Tari baru tahu bahwa selama ini Vina suka merokok dan suka minum – minuman keras, bahkan sekarang dia sudah berani bolos sekolah. Sebagai sahabatnya, Taripun menasehati Vina, namun Vina marah. Ia malah menjauhkan diri, dan tidak berteman lagi dengan Tari.

Teman – teman lainpun merasa aneh kepada mereka berdua, karena biasanya mereka kemana – mana selalu bersama, ke kantin, pulang sekolah, dikelas, pasti mereka selalu berdua. Namun saat itu berbeda, mereka tidak bersama – sama lagi. Teman – teman lainpun mencari tahu dengan bertanya kepada Tari, mengapa mereka berdua terlihat seperti orang yang sedang bertengkar. Namun sebagai sahabatnya Vina, Tari tidak mungkin meceritakan keburukan sahabatnya sendiri kepada oranglain. Akhirnya Tari tidak memberitahu kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi. Tari hanya bisa tersenyum.

Merasa tidak puas dengan jawaban Tari dan saking penasarannya, teman – teman lainpun bertanya kepada Vina. Vina berkata bahwa mereka bertengkar karena Tari egois, Tari melarang Vina berteman dengan Nara. Mendengar cerita dari Vina, teman- teman lain langsung memandang sinis Tari. Mereka berfikir betapa jahatnya Tari melarang Vina berteman dengan Nara. Padahal bukan itu cerita yang sesungguhnya.

Cerita itupun menyebar dari mulut kemulut, kini semua anak – anak sekolah memandang Tari sebelah mata, mereka menganggap Tari adalah teman yang egois. Tari pun merasa sedih, mengapa semua anak – anak jadi menyalahkan dia, padahal bukan itu ceritanya, Vina sendiri yang menjauhkan diri dari Tari karena dia tidak mau dinasehati oleh Tari. Tapi, walaupun begitu Tari tetap sabar. Ia tidak menceritakan yang sebenarnya tentang keburukan Vina dan Nara.

Hari – haripun berlalu. Akhirnya salah seorang guru mendapati Vina, Nara, beserta teman – teman mereka yang lain sedang merokok dan minum- minuman keras. Guru itupun melaporkan mereka ke kepala sekolah. Dan merekapun diskors.

Kini semua anak – anak di sekolah tahu yang sebenarnya. Mereka sudah tidak memandang sinis Tari lagi. Malah kebalikannya, mereka jadi tidak respect lagi kepada Vina, Nara, dan teman – temannya yang diskors. Vinapun menyesal, ia meminta maaf kepada Tari dan ia berubah menjadi lebih baik. Dan sebagai sahabat yang baik, Tari memaafkan Vina, dan mereka sekarang telah bersahabat kembali.

Dari cerita diatas semoga kita terinspirasi untuk menjadi sahabat yang baik yang dapat mengarahkan sahabatnya itu menjadi lebih baik. Dan janganlah menjadi orang yang sok tahu terhadap permasalahan oranglain sebelum mengetahui apa yang sebenaranya terjadi.

15 Sep 2010

Cerita Inspirasi Pribadi

Author: eka.nurnafih10 | Filed under: Academic

..Cerita Aku dan Mama.. Orang berkata, sifat seorang anak tidak akan jauh dari sifat kedua orangtuanya. Jika kedua orangtuanya baik, niscaya anak tersebut akan menjadi anak yang baik. Tapi, jika kedua orangtuanya jahat, kemungkinan besar sifat anaknya akan jahat. Entah benar atau tidak pepatah itu, tapi dalam kehidupanku pepatah itu sungguh sangat tidak benar. Aku, walaupun secara fisik aku sangat mirip dengan orangtuaku, tapi sifatku sungguh sangat berbeda dengan mereka. Aku yang pemarah, suka melawan, keras kepala, sungguh sangat bertolak belakang dengan kedua orang tuaku yang baik hati dan penyabar. Terutama aku dan mama. Dulu, aku dan mama seperti kucing dan anjing, seperti air dan api, bahkan seperti bumi dan langit, yang tak pernah bisa bersatu. Setiap hari aku dan mama selalu bertengkar, entah apa penyebabnya, pasti akan selalu ada. Terkadang, pertengkaran kami disebabkan karena sifatku yang keras kepala. Semua keinginanku wajib dipenuhi, jika tidak aku akan merengek dan marah. Sewaktu kecil, setiap kali kami ribut, aku akan mengamuk memecahkan barang- barang yang ada dirumah, mengacak- acak buku dan pakaian, lalu melemparnya kesemua sudut ruangan. Aku ingin mamaku cape merapikan semua itu. Tingkah lakuku itu membuat mama kesal, bahkan sedemikian kesalnya terkadang mama sering mengunciku dikamar mandi dan memukuliku hingga lukanya membekas dibadanku. Tapi, tetap saja, aku tidak pernah sadar dan menyesali hal itu. Aku malah terus menerus membuat darah mama naik, hingga mengeluarkan air mata. Ayahkupun begitu, terkadang kakiku dipukulnya oleh kayu. Tapi, hati nurani seorang ibu dalam mamaku tetaplah ada, melihat aku menangis kesakitan mamaku selalu mengobati luka-luka dibadanku. Mengoleskan obat diluka-lukaku itu, bahkan sampai meminta maaf kepadaku. Entah apa yang kulakukan saat itu, sungguh aku merasa seperti anak durhaka yang tak tahu malu. Hal itu terus menerus berulang, hingga setiap kali aku ribut dengan mama, tetanggaku ramai menonton. Entah apa yang ada dipikiran mereka, mungkin pertengkaran ini lucu.. Hingga akhirnya saat itupun tiba…. Disore hari yang mendung, mamaku tiba- tiba merasakan sakit diperutnya, saking sakitnya, ia sama sekali tidak bisa berjalan, bahkan untuk bangun dari tempat tidur sekali pun. Ayahku ingin membawa mamaku kerumah sakit saat itu juga, namun mama menolak, karena ia tahu keadaan ekonomi keluarga saat itu sangat kritis. Sejak beberapa bulan yang lalu, ayahku di PHK, hingga saat itu ayah belum mendapatkan pekerjaan. Mamaku terus meringis kesakitan, hingga semua tetangga datang menengok. Tapi mama tetap saja tidak mau dibawa kerumah sakit, ia hanya ingin meminum obat tradisional atau obat- obat warung. Dan aku, saat mamaku sakit aku hanya berdiam diri berpikir bahwa itu adalah sakit biasa. Sungguh tega…. Hingga akhirnya langit mendung berganti gelap. Aku tahu, mama masih berjuang menahan sakitnya itu, tapi aku malah tertidur pulas, seakan akan tidak terjadi apa- apa. Hingga keesokan harinya aku terbangun, aku tidak melihat ayah dan mama. Yang aku lihat adalah bibiku. ”Bi… mama kemana ?” ,Tanyaku. Lalu bibiku memberitahu,”Tadi sekitar jam 2 pagi mamamu dilarikan kerumah sakit, karena mamamu pingsan.” Ketika mendengar ucapan bibiku itu, aku seperti terkena petir. Rasa sedih, takut, dan bersalah bercampur aduk dalam hatiku. Aku berlari ke kamar, membaringkan tubuhku ketempat tidur, dan aku merenung, sungguh aku merasa aku adalah anak yang paling durhaka, tidak tahu diri, dan tidak berguna yang ada didunia ini. ”Apa yang telah aku lakukan selama ini terhadap mama?”pikirku. Tanpa aku sadari, derasan air matakupun terjatuh. Aku takut terjadi apa – apa terhadap mamaku. Rasanya saat itu juga aku ingin segera berlari menuju rumah sakit kemudian memeluk erat mamaku dan memohon ampun. Tapi saat itu tidak memungkinkan, aku yang baru berumur 10 tahun tidak mungkin kerumah sakit sendiri, aku hanya bisamerenung, berdoa memohon ampun kepada Allah atas sikapku selama ini, dan aku berjanji jika mamaku sembuh dan sehat seperti sedia kala, aku akan berubah, aku akan beruah menjadi anak yang lebih baik. Akhirnya pukul 08.00, aku diantar oleh bibiku kerumah sakit, karena ayahku mengabarkan kalau mamaku terkena usus buntu yang sudah sangat parah dan harus segera di operasi. Diperjalanan, aku tak henti- hentinya berdoa, berharap mama akan baik- baik saja dan akan sembuh seperti dulu. Sesampainya disana aku tidak melihat mama, karena mama sudah dibawa masuk ke ruang operasi, yang aku lihat adalah ayah dan pamanku yang cemas menunggu mama. ”Ayah, bagaimana keadaan mama?”tanyaku. Lalu ayah menjawab,”ayah tidak tahu, didalam mama sedang dioperasi, mungkin sekitar 3 sampai 4 jam baru selesai.” Kamipun lama menunggu dengan penuh kekhawatiran, aku hanya bisa berdoa semoga Allah menyelamatkan mama dan memberi kesempatan kepadaku untuk meminta maaf. Dan sekitar 4 jam kemudian, kecemasan kami terjawab, dokterpun keluar dan memberitahu bahwa operasi mama berjalan dengan lancar, namun mama masih dalam keadaan kritis. Untung saja ayah membawa mama kerumah sakit tepat waktu, jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap mama. Akhirnya beberapa hari kemudian keadaan mama pun membaik, dan mama dibawa keruang perawatan, aku hanya bisa duduk disamping mama tanpa mengeluarkan kata- kata sedikitpun. Rasanya aku ingin memeluk mama dan meminta maaf atas apa yang aku lakukan selama ini. Tapi keinginan itu terhalang oleh rasa gengsiku yang sangat besar. Aku tidak berani mengungkapkan itu semua. Sampai akhirnya ketika aku hanya berdua dengan mama dikamar, disana aku memberanikan diri untuk meminta maaf dengan penuh air mata. Dan mama berkata, ”Mama tidak pernah marah sama kamu, mama kasar terhadapmu, karena mama ingin kamu menjadi anak yang baik dimata semua orang, mama ingin kamu menjadi anak yang berguna, dan kelak jika mama sudah tidak ada lagi, kamu bisa menggantikan mama untuk menjaga adik- adikmu”. Mendengar kata- kata itu aku sungguh menyesal tetapi aku benci, mengapa mama harus berkata ”jika mama sudah tidak ada”. Apa maksud semua itu? Aku tidak mau mendengar kata- kata itu lagi. Akhirnya, semenjak kejadian itu, mata hatiku terbuka, disitulah titik balik kehidupanku. aku kini menyadari betapa arti pentingnya seorang mama dalam hidupku. Sedikit demi sedikit akupun mulai berubah menjadi lebih baik. Hubunganku pun dengan mama semakin hari semakin membaik. Kini aku bukanlah aku yang dulu lagi. Walaupun terkadang masih ada selisih paham, tapi itu hal yang biasa. Hubunganku dan mama kini melebihi hubungan ibu dan anak, aku dan mama sudah seperti sahabat sejati. Kemana- manan kami selalu bersama, aku selalu menceritakan semua yang terjadi dalam hidupku kepada mama, aku sering menceritakan tentang pria yang aku suka, sahabat, teman- temanku disekolah, dan masalah pelajaranku, semua aku ceritakan pada mama. Dan mamapun akan memberikan nasehatnya kepadaku. Betapa bahagianya perubahan hidupku ini, aku sudah tidak pernah bertengkar dengan mama dan ayah sudah mendapatkan pekerjaan yang sangat sangat baik. Terima kasih ya Allah. Menurutku, Ibu adalah hal yang sangat berharga dalam hidup kita, beliau rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan kita. Saat kita dekat, kasih sayang selalu ia curahkan. Saat kita jauh, doa selalu beliau sertakan. ia melakukan semua itu tanpa meminta balasan apapun. Jadi, janganlah kita manyakiti hati seorang ibu. Meminta maaflah jika tidak sengaja kita melukai hatinya. Dan katakanlah bahwa kita sangat mencintainya. Karena kebahagiaan kita itu seiring doa restunya. Dengan cerita kehidupanku diatas, semoga kalyan terinspirasi untuk menjadi orang yang lebih baik, yang mencintai Allah dan sesama manusia, serta selalu membuat orang – orang disekitarmu bahagia, terutama orang tua kita.

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme